Kabar Terkini – Massa membakar kantor Afdeling I PTPN VII Banyuasin kemarin sore terkait tewasnya Zulkarnain (32), petani karet yang ditembak lantaran diduga mencuri tandan buah sawit. Sampai saat ini, lokasi sedang dijaga ketat pihak aparat.
“Kemarin sore dan tadi malam juga masih ada lagi masyarakat yang mendatangi kantor PTPN VII Afdeling 1. Tindakan ini kita nilai sebagai bentuk spontanitas dari masyarakat atas meninggalnya korban dan anggota tetap menjaga untuk mengantisipasi keamanan,” jelas Kapolres Banyuasin AKBP Yudi Markus Pinem saat dikonfirmasi liputan6, Sabtu (21/10/2017).
Ditambahkan Yudi, aparat tetap bersiaga di lokasi lantaran khawatir massa akan kembali. Bahkan, sekelompok masyarakat menurutnya masih tidak terima atas meninggalnya korban yang diduga pelaku pencurian tandan buah sawit di perusahaan ini.
“Sekarang situasi mulai kondusif, tetapi tetap dilakukan siaga anggota dari Polsek Betung. Tuntutannya seperti itu (karena tewasnya Zulkarnain), saya pastikan saat ini telah kondusif dan siaga hanya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, peristiwa penembakan yang menewaskan warga Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung terjadi pada Kamis (19/10) sekitar jam 19.30 WIB di Kawasan PTPN VII, pihak keluarga dan masyarakat sekitar mengklaim korban meninggal ditembak saat mencari kodok untuk umpan memancing bersama temannya Afis.
Sementara dari pihak kepolisian dan TNI yang tergabung dalam satgas pengamanan, sudah merilis bahwa korban ditembak pada bagian paha dalam lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap usai ketahuan mencuri buah sawit. Korban kehabisan darah dan meninggal sebelum sampai ke Rumah Sakit, sementara rekan korban berhasil melarikan diri.
